Bismillaahirrahmanirrahiim
Astagfirullaah, astagfirullaah astagfirullaah
Amarah seperti Beruang Buas yang sedang tertidur pulas di dadaku. Ketika itu terbangun maka murkanya menggelegar merusak apapun yang ada di sekitar ku. Ketika aku berpikir aku harus membunuh ini, aku rasa
aku tidak bisa membunuhnya. Ketika ingin ku lenyapkan tiba-tiba amarah pun melenyap aku seolah terkena tipu daya. Namun kala aku lengah Amarah pun datang dengan seketika (jangan di Ikuti hal seperti Ini)
Amarah ketika sudah menendang-nendang hati mudahnya di keluarkan namun keadaan ku karena kurang nya
kesabaran akhirnya hanya sebatas penyesalan.
Bagaimana tidak aku menyesal. Kini aku berada dalam Hujjah dimana kita sebagai Umat Muslim harus bersabar, menahan amarah, dan aku menyadari bahwa setelah keadaaan menjadi jelas bahwa yang terjadi hanyalah kesalah pahaman maka amarah tadi tidak ada fungsinya sama sekali
hanyalah sebagai guyonan Syaitan yang senang mengcungkil perasaan ini salah satu nafsu yang syaitan sukai
AKU INGIN MENJADI SABAR, TEGAR DAN BERANI
dimana kau bisa menempatkan segala sesuatunya pada kondisi yang tepat dan tidak salah sasasaran...
Ingin mendapatkan solusinya dari ini... semoga Allaah memberikan Aku pencerahan